BAHASAN TAUHID-SIFAT QIDAM
Sifat Qidam (terdahulu) Allah
tidak berawal
فَاللهُ
مَوْجُوْدٌ قَدِيْمٌ بَاقِيْ # مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ
“Maka Allah SWT adalah Dzat yang
bersifat Wujud (Ada), Qadim (tidak ada permulaan-Nya), Kekal, dan berbeda
dengan makhluk secara mutlak”
Keterangan:
Qidam (Dahulu) paling awal lagi tidak
diawali oleh sesuatu apapun. Permulaan
dari segala sesuatu
Dialah pencipta yang tidak pernah
diciptakan oleh selain dia.
Dalil Aqli:
Akan tetapi Allah adalah sang
pencipta dan yang menciptakan seluruh makhluq, tentu dia tidak diciptakan. Dia adalah khaliq yang tidak pernah beralih
status menjadi makhluk atau yang diciptakan.
Tuhan adalah Khaliq bukan makhluk.
Bila dia makhluk maka dia bukan Khaliq, bukan Tuhan. Alloh SWT pula dengan sifat wujudNya. Wujud
selamanya, tidak pernah diawali dengan ketiadaan.
Dalil Naqli:
Firman Allah SWT:
هُوَ
اْلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ )الحديد،٣ (
“Dialah yang Awal dan yang Akhir
yang Dzohir dan yang Bathin; dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS.
al-Hadid : 3).
Sabda Nabi SAW:
عَنْ
عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، كَانَ اللهُ
وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ )رواه
البخاري والبيهقي(
“Dari Imron bin Hushain RA,
Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT ada (dengan keberadaan tanpa permulaan) dan
belum ada sesuatupun selain-Nya.” (HR. al-Bukhari dan al-Baihaqi).
Sifat Mustahil:
Kebalikannya dari qidam adalah
huduts (حدوث), Allah SWT baru, berpermulaan.
Hal ini tentu mustahil karena bertentangan dengan sifat adaNya yang
kekal dan tak didahului.
Komentar
Posting Komentar