MATERI (X-SIMULASI)
MATERI X
(Ahad, 26 Jumadi Awal 1445-10 Desember 2023)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين.
والصلاة والسلام على اشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين. امابعد.
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد.
رب زدني علما وارزقني فهما.
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirrabil'alamiin wabihi nasta'iinu 'ala umuuriddunyaa waddiin. Washsholatu wassalamu 'alaa asyrafilanbiyaai walmursaliin wa 'alaa aalihii washohbihi ajma'iin. Ammaa ba'du. Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina Muhammad.
Rabbanaa zidnaa Ilman warzuqnaa fahman.
Rabbisyrahlii shodrii wayassirlii amrii wahlul uqdatammillisaani yafqohu qouli.
Ringkasan Materi Sebelumnya:
Kedudukan Iman:
1. Harta Paling Berharga
2. Sumber Kebahagiaan
3. Energi terbesar dalam mempersatukan manusia
Iman Berdasarkan Tingkatan Keyakinan:
Yaqin, Dzan, Syak, Waham, Jahil
Iman yang murni bila yaqin 100%
Tingkat Iman Berdasarkan Kualitasnya:
1. Iman Taqlid
2. Iman Ilmu
3. Iman Ayan
4. Iman Haq
5. Iman Hakikat
Ciri orang dengan iman ayan
1. Khusuk dalam sholat
2. Berpuasa
3. Berzakat
4. Haji bila mampu
5. Ridho dengan ketentuan Allah
6. Sabar dengan ujian
7. Syukur atas nikmat
8. Menjauh dari maksiat
9. Mujahadah terhadap nafsu
10. Berakhlak mulia
11. Menyukai kesederhanaan
12. Kasih sayang
13. Membenci sifat kekafiran, bukan benci orang kafir
14. Tidak berputus asa dari Rahmat Allah
15. Bertolong bantu
16. Sungguh sungguh dalam taat dan meninggalkan maksiat
17. Berjuang dengan sesuai bidangnya dengan niat Lillah
Sebutan Orang Beriman Ayyan:
1. Sholihin (orang baik)
Surat Ali-Imran (3) Ayat 114
Ciri:
*Beriman pada Allah dan hari kiamat
*Menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran
*Bersegera dalam berbagai kebajikan dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan
2. Abror ( orang yang berbakti)
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 193)
*Saat mendengar seruan untuk beriman maka mereka memenuhi seruan itu
*Selalu memohon ampunan atas kesalahan karena kesadaran diri sebagai hamba ciptaan Allah yang tak pernah lepas dari dosa. Jauh dari angkuh dan sombong serta merasa diri suci.
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 198)
Ciri dari Al Abrar:
*Memelihara ketakwaan
*Meyakini segala yang datang dari sisi Allah lebih baik. Baik sangka terhadap bagian yang sedang Allah pergiliran untuk kita. Keadaan apapun itu terucap Alhamdulillah
3. Muflihun (orang yang beruntung)
Gelar orang dengan iman Ayan adalah Muflihun
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 200)
Ciri Muflihun:
*Selalu bersabar dan memperkuat kesabaran
*Bertakwa pada Allah SWT
*Memohon untuk bersama orang yang beruntung
4. Faizun (orang yang mendapatkan kemenangan)
Surat An-Nur (24) Ayat 52
*Taat pada Allah dan Rasulnya
*Bertakwa pada Allah SWT
5. Asabul yamin (Penerima catatan amal dari kanan)
Surat Al-Waqi'ah (56) Ayat 27. Orang dengan iman Ayyan akan memperoleh catatan amal dari tangan kanan. Mereka akan berbahagia dengan balasan Allah
Mereka tidak disentuh api neraka, tapi akan tetap mengalami hari hisab.
4. IMAN HAK
*Imannya para wali dan shahabat utama, para muqarabin, orang yang dekat dengan Allah SWT
*Melihat Apapun terhubung dengan Allah SWT
*Cintanya Pada Allah dan rasulNya melebihi segala sesuatu.
Ciri orang dengan iman Haq:
1. Zahid (Zuhud pada dunia, tidak mudah silau dan tidak mau menggadaikan iman ditukar dengan nikmat dunia yang hanya sesaat). Bukan meninggalkan hal keduniaan tapi mengambil bagian dunianya untuk akhiratnya.
2. Ikhlas beramal, ikhlas menerima, semua diniatkan dan diserahkan pada Allah SWT.
3.Wara': berhati-hati menjauhkan diri dari yang haram dan menjaga untuk tidak berada pada hal yang diharamkan, sebaliknya selalu berhati-hati sehingga tidak terjadi tergelincir dalam keharaman)
4. Menunaikan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah SWT
5. Tidak takut dengan bala dan tidak gembira dengan nikmat (Muthmainnah)
6. Tidak senang dengan pujian tidak sedih dengan cercaan
Tujuan Materi ke-10:
1. Memahami iman Hakikat, iman yang dimiliki Nabi, Rasul, Khulafaur Rasyidin (Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, Sayidina Utsman, Sayidina Ali), Para Wali Akbar
Hatinya dipenuhi rindu dan cinta pada Allah.
Ditempatkan pada Syurga Firdaus.
2. Cara Meraih Iman
*Motivasi diri meraih iman dengan cara belajar
*Mujahadatunnafsi untuk mengamalkan ilmu
*Shalat Khusyuk
*Tafakur
1. Motivasi-menyemangati diri untuk meraih Iman:
Mayoritas manusia masih jauh dari shalihin (iman Ayan) jauh dari Muqarabin (iman Ayan), jauh dari shadiqqin (iman Hakikat). Sehingga mendorong kita terus berusaha agar terhindar dari Api neraka.
Motivasi untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka
(QS Attahrim ayat 6)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Allah memberikan kita kemerdekaan menentukan pilihan
QS Arra'du ayat 11
لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Firman ini erat dengan sindiran Allah pada orang kafir yang bila ditanyakan pada hati nuraninya maka mereka meyakini bahwa pencipta alam semesta adalah Allah SWT yang Maha Perkasa Maha Bijaksana. Tapi kemudian mereka menutupi, menolak kebenaran itu dengan menghadirkan tuhan lain selain Allah.
(QS Lukman ayat 25)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS Zukhruf ayat 9)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ
Artinya: Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
(Almukminun ayat 88-89)
قُلْ مَنْۢ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ يُجِيْرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ٨٨
Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui?”
سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗقُلْ فَاَنّٰى تُسْحَرُوْنَ - ٨٩
Mereka akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?”
Ini terkait dengan sumpah pertama ketika kita masih dalam alam ruh
(QS. Al A'raf 172)
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”
Mereka merubah hidayah menjadi kesesatan maka sebaliknya kita mesti menerima hidayah itu dan memperbaiki kualitas iman sebagaimana perintah Allah agar kita mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik semampu kita.
Kematian itu pasti
Barzakh selalu menanti
Berbangkit kita kembali
Akhirat kekal Abadi
Umar ibn Khattab, khalifah kedua setelah Abu Bakar al-Shidiq, pernah berkata:
أتيتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عاشرَ عشرةٍ , فقال رجلٌ من الأنصارِ : من أكيَسُ النَّاسِ وأكرمُ النَّاسِ يا رسولَ اللهِ ؟ فقال : أكثرُهم ذِكرًا للموتِ وأشدُّهم استعدادًا له أولئك هم الأكياسُ ذهبوا بشرفِ الدُّنيا وكرامةِ الآخرةِ
Bersama sepuluh orang, aku menemui Nabi SAW lalu salah seorang di antara kami bertanya, 'Siapa orang paling cerdas dan mulia wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat'.'' (hadits riwayat Ibnu Majah).
Perintah Rasulullah untuk mengingat 5 sebelum 5
Nasihat Rasulullah SAW dalam hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas RA saat seorang sahabat meminta pesan kepada nabi.
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Artinya: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu." (HR Al Hakim dalam Al Mustadrak-nya)
Tiga Pilihan Untung, Rugi atau Dibenci
Rasulullah SAW bersabda:
مَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ خَيۡرًا مِنۡ اَمۡسِهِ فَهُوَ رَابِحُ. وَمَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ مثل اَمۡسه فهو مَغۡبُون. ومَن كان يومه شَرًّا مِنۡ امسه فهو مَلۡعُون
( رواه الحاكم)
(Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa maghbuun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa mal'uun)
Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR Al Hakim)
II. Mujahadatunnafsi
Yaitu melawan hawanafsu
(QS Al Ankabut:69)
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan orang-orang yang berjihad (bermujahadah) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Asy Syam 8-10
فَاَلۡهَمَهَا فُجُوۡرَهَا وَتَقۡوٰٮهَا
8. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا
9. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
وَقَدۡ خَابَ مَنۡ دَسّٰٮهَا
10. dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
Dalam diri kita ada potensi buruk dan potensi baik yang selalu berperang :
*Menyekutukan Allah vs Mengesakan Allah
*Cinta Dunia vs Cinta Akhirat
*Riya' vs ikhlas
*Sombong vs tawadhuk
*Bakhil Kikir vs Pemurah Penderma
*Dendam vs Pemaaf
*Iri Dengki vs Kasih Sayang
*Pemarah vs Penyabar
*Ujub Sum'ah vs Rendah Hati
Sifat Awal dari Nafsu senantiasa mengajak pada kejahatan (QS Yusuf Ayat 53)
وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفۡسِىۡۚ اِنَّ النَّفۡسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوۡٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىۡ ؕاِنَّ رَبِّىۡ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Mujahadah terhadap nafsu akan membawa Rahmat dan nafsu itu tunduk terhadap keinginan baik saja.
Tiga Tahap Mujahadatunnafsi:
1. Takhalli (mengosongkan, membuang)
2. Tahalli (mengisi atau menghiasi)
3. Tajalli (merasakan segala kenikmatan iman)
Komentar
Posting Komentar